Aksi Bencana Es dan Api Epik
Sebuah petunjuk yang sangat detail dan terdiri dari beberapa adegan untuk Seedance 2.0 untuk menghasilkan trailer film aksi bencana epik yang menampilkan dua karakter elemen, Laksamana Magma dan Jenderal Es, yang bertempur di lingkungan ekstrem gunung berapi dan gletser. Petunjuk ini menentukan gaya, durasi, deskripsi adegan, detail karakter, dan teknik pengambilan gambar.
Ini adalah contoh kasus Seedance 2.0 untuk Ilustrasi & Seni . Gunakan contoh siap salin di bawah ini untuk menghasilkan visual serupa, dan tinjau atribusi Awesome Seedance 2.0 Video Prompts serta hak penggunaan komersial sebelum digunakan kembali.
Mengingatkan
Prompt siap salin
[Gaya] Film aksi bencana epik, VFX aksi langsung, lingkungan ekstrem es dan api, kualitas gambar buram akibat kerusakan pertempuran, fotografi kecepatan tinggi, kehancuran fisik realistis. [Durasi] 15 detik [Adegan] Pusat sebuah pulau dengan iklim yang berubah secara permanen. Di sebelah kiri terdapat gunung berapi yang meletus dan sungai lava yang mengalir; di sebelah kanan terdapat gletser berusia ribuan tahun dan badai salju yang dahsyat. Di tengah terdapat zona kematian yang dipenuhi uap. [Karakter (Deskripsi Aksi Langsung)] Laksamana Magma: Mengenakan setelan merah tua yang hangus, memakai topi baseball, dengan wajah dingin dan penuh tekad, setengah tubuhnya berubah menjadi lava yang memb scorching. Jenderal Es: Mengenakan rompi putih yang tertutup embun beku, tinggi dan lesu, udara yang dihembuskannya membeku menjadi serpihan es. [00:00-00:05] Adegan 1: Kebangkitan Elemen dan Pembentukan Ulang Lingkungan (Membangun Kekuatan). Adegan lebar/mengorbit. Keduanya saling berhadapan. [Sisi Magma] Tanah di bawah Laksamana Magma seketika meleleh menjadi kolam lava merah mendidih, mengeluarkan asap hitam tebal. Saat dia mengangkat tangannya, sebuah gunung berapi kecil meletus di belakangnya. [Sisi Es] Jenderal Es, dengan satu tangan di sakunya, seketika menyebarkan lapisan es yang membeku dengan cepat di bawah kakinya, membekukan lava yang mendekat menjadi obsidian hitam. Udara seketika dipenuhi dengan pecahan es yang tajam. [00:05-00:10] Adegan 2: Pertempuran Jarak Dekat yang Intens. Potongan Aksi Cepat. Keduanya terlibat dalam pertempuran jarak dekat yang sengit. [Desain Aksi] Jenderal Es seketika memadatkan **Pedang Es** besar di tangannya, mengayunkannya dengan kecepatan tinggi. Laksamana Magma menggunakan **Tinju Magma** yang telah diubah menjadi elemen untuk menangkis dengan keras. [Umpan Balik Fisik] Bilah es yang mengenai tinju magma seketika menguap menjadi uap bertekanan tinggi dalam jumlah besar, disertai dengan suara retakan es yang pecah dan lava yang menetes. Setiap benturan memicu ledakan uap skala kecil. [00:10-00:15] Adegan 3: Bentrokan Takdir Terakhir (The Final Clash). Adegan jarak jauh ekstrem/Kehancuran yang mengejutkan. Keduanya berpisah dan secara bersamaan melepaskan jurus pamungkas mereka. [Efek Spesial Spektakuler] Seekor **Magma Hellhound (bentuk Anjing Raksasa Lava)** raksasa yang meraung menyerbu ke arah lawan; di hadapannya adalah **Burung Es Arktik (bentuk Badai Salju)** raksasa yang terdiri dari balok-balok es yang tak terhitung jumlahnya. [Akhir] Keduanya bertabrakan di tengah bingkai, panas merah yang ekstrem bertabrakan dengan nol biru-putih absolut. Ini langsung menciptakan awan jamur uap super yang menghubungkan langit dan bumi, gelombang kejut besar secara bersamaan menghancurkan gletser dan gunung berapi di darat. Adegan berakhir dengan hamparan uap putih dan kilatan energi.
Best for
- - Ilustrasi & Seni visual exploration
- - Short video shots and motion references
- - Reusable briefs that keep source attribution visible
Change these parts
- - Subject, product, character, or scene
- - Aspect ratio, camera, lighting, and background
- - Brand, text, color, and output constraints
Recommended model and settings
- - Model: seedance-2-0
- - Input mode: Teks ke Video
- - Aspect ratio: choose for the publishing channel
- - Commercial status: restricted
How to use this prompt
- 1. Copy the prompt and preserve its structure for the first test.
- 2. Replace the subject, context, and publishing channel.
- 3. Change one camera, lighting, or style variable per iteration.
- 4. Inspect the output, source, text, and rights before reuse.
Limitations, source, and reuse cautions
- - Generated output is an editable draft, not factual, legal, or rights evidence.
- - Review the linked source, people, brands, logos, text, and third-party media before commercial use.
Lebih banyak kasus dalam kategori ini
Diprioritaskan berdasarkan kategori, kompatibilitas mode input, kualitas, dan risiko yang lebih rendah.
Catatan penggunaan kembali dan sumber
Gunakan perintah ini dengan aman setelah melihat pratinjau kasus.
- 1.Salin perintah tersebut atau buka langsung di Dovoo dengan tombol pembuatan.
- 2.Sesuaikan variabel, rasio aspek, dan gambar referensi untuk kebutuhan Anda sendiri.
- 3.Sebelum mempublikasikan atau menggunakan untuk tujuan berbayar, verifikasi hak sumber, persyaratan atribusi, dan risiko merek atau citra.